You are currently browsing the category archive for the ‘Gunung dan Manusia’ category.

Gunung

Dari kejauhan gunung terlihat kemegahannya. Namun ketika kita jelajahi, banyak kita jumpai berbagai hal didalamnya. Mulai dari rumput,tanaman, pohon, batu kecil, batu besar dan kadang kita menemukan burung, atau bahkan binatang buas. Ada yang menarik bagi kita namun ada yang membuat kita takut, ada yang membuat kita terkejut. Ketika di puncak kita bisa melihat keindahan tempat lain, namun di puncak itu kadang membuat kita takut jatuh ke jurang. Hingga kita berpikir itulah si Gunung.

Manusia

Dari kejauhan terlihat baik, ketika kita mengenal lebih dekat, akan kita temukan beberapa kekurangan. Hari ini membuat kita sedih mungkin esok hari akan membuat kita senang. Disaat mengenal dekat akan kita jumpai setiap sisi baik dan buruknya. Hingga terakhir kita berpikir, inilah manusia yang namanya Si Anu.

Beda Gunung dan Manusia

Ketika semua manusia di bumi ini marah, Para Gunung di dunia akan diam saja. Namun jangan tanya ketika semua para Gunung di dunia marah, maka binasalah manusia ini. Jadi kita harus membuat para Gunung tidak pernah marah…..!

Dalam menghadapi segala sesuatu, pekerjaan, tugas, tanggung jawab kita hanya memerlukan sedikit alasan untuk bisa menikmatinya. Ketika kita sudah bisa menemukan alasan untuk melakukannya maka kita akan larut didalamnya. Tak ada rasa lelah, jenuh, keluh kesah, ngantuk, takut, yang ada adalah usaha dan memikirkannya. Semua indera bisa bersatu padu bekerja bersama sama dan menikmati suasana, bahkan rasa sakit, lapar dan haus pun mendadak bisa hilang. Kita harus bisa menemukan alasanpun meski sedikit sehingga apa yang kita kerjakan menjadi menyenangkan. Meski pada pekerjaan yang sama, tiap orang mempunyai alasan yang berbeda agar bisa menikmati apa yang dikerjakannya

Kita tahu bahwa bumi itu tidak lah bulat, bergelombang dan tidak rata. Namun kita menggambarkan /mengidentikan dengan sebuah bola, semua bisa menerima hal itu. Bahkan dalam pelajaran anak sekolah dasar pun kita dapat menyederhanakan menjadi sebuah lingkaran saja. Proses pengajaran yang semula rumit menjadi lebih sederhana, lingkaran atau bola merupakan reseprentasi yang tepat untuk bumi. Meski kita tahu bahwa kondisi sebenarnya tidak lah demikian namun semua orang atau ilmuwan sepakat dengan diskripsi tersebut.

Kadang kita harus menyederhanakan suatu hal agar kita bisa memahami makna sesungguhnya. Kita membuat sesuatu yang besar menjadi kecil agar kita bisa memahami makna sebenarnya. Sebagaimana menerangkan ilmu tentang bentuk bumi kita pada seorang anak, kita harus menyederhanakan bumi yang sedemikian besar dan berbentuk bola yang tidak teratur (tidak rata) dengan sebuah lingkaran kecil. Kita tahu bahwa ukuran dan bentuk permukaan bumi jika kita bandingkan dengan lingkaran yang kita gambar di papan tulis atau kertas tentu sangat jauh-jauh sekali dari sebenarnya.

Kita tidak mungkin menggambarkan semua informasi dari ukuran dan bentu permukanan bumi ke dalam sesuatu yang lebih kecil (kertas/papan tulis). Namun kita hanya mampu mengambil sedikit informasi dari ukuran dan bentuk permukaan bumi dan mengatakan bahwa bumi itu kira seperti telur, bola, atau lingkaran. Dari segi ukuran kita tahu bahwa ukuran telor bola maupun lingkaran yang kita buat sangat jauh dari sebenarnya. Begitu juga bentuk permukaan sangat-sangat jauh sekali dari bumi. Namun dengan mengatakan bahwa bumi seperti demikian (telor, bola, lingkaran) seseoarang yang belum tahu bentuk dari permukaan bumi bisa membayangkan seperti apakah sebenarnya.

Besar Dalam Kecil

Bagaimana mungkin menjelaskan informasi yang besar sekali ke dalam tempat yang ukuran nya jauh kecil misalnya informasi tentang permukaan bumi ke dalam sebuah lembaran kertas atau papan tulis. Tentu tidak akan semua informasi tentang bumi terwakili pada kertas atau papan kita. Untuk melihat gambar utuh sebuah gunung kita tidak bisa melihat seluruh informasinya tanpa memperkecil dulu. Pertama yang kita lakukan adalah melihat dari jarak kejauhan dengan resiko kita tidak dapat melihat tanah, bebatuan dan pohon yang lebih detail. Atau yang kedua kita mendekat dengan resiko kita tidak bisa melihat bentuk keseluruhan dari gunung. Tapi kita bisa melihat detil, tanah batu dan tanaman yang tumbuh di gunung itu. Dari kedua cara tersebut kita tidak bisa menemukan informasi yang cukup untuk sebuah gunung. Tetapi dengan menggabungkan kedua cara itu kita bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Tambah lemkap lagi jika kita melihat lagi dari atas, samping kiri, kanan dan belakang. Tentu informasi yang kita dapatkan akan lebih lengkap lagi.

Dalam kehidupan kita sering melakukan hal semacam agar kita bisa memahami tentang segala sesuatu. Pertama kita harus menyederhanakan hal itu dari beberapa sudut pandang, dari situ kita bisa mengambil gambaran dan kesimpulan. Untuk suatu hal yang lebih rumit dan kompleks diperlukan lebih banyak lagi peninjauan dan sudut pandang. Semakin banyak sisi yang kita tinjau akan memperlengkap informasi yang kita dapat. Dari situ kita bisa membuat design untuk tahap berikutnya atau penyelesaian mungkin.

Pernahakah kita perhatikan suara detik jam dinding yang berdetak di rumah kita?

Dia selalu berdetak setiap saat baik pagi, siang, sore dan malam hari. Kita bisa mendengarnya dengan jelas di tengah malam hari dari pada waktu lainnya. Di saat semua orang yang tinggal serumah terlelap, tanpa ada gangguan dari suara dari luar. Dan detak jarumnya bisa kita dengar dari setiap sudut ruangan dengan jelas, tanpa harus kita mendekat.
Lain halnya diwaktu siang hari dimana suara dari TV, radio, atau ketika banyak gangguan suara dari luar rumah. Atau ketika saat itu kita banyak bicara, kita tidak bisa mendengarnya detak dengan jelas bahkan sama sekali tidak terdengar.
Bukan berarti jarum jam tersebut berhenti berdetak. Jarum jam terus berdetak, tapi kita sendirilah yang tidak mendengarnya. Saat itu terlalu banyak suara yang kita dengar sehingga detak dari jam dinding seolah tereliminasi dengan suara lain.

Ketika kita banyak bicara tanpa pernah mendengar

Ketika kita terlalu sibuk dengan segala urusan keduniaan

Di saat itu kita jarang mendapatkan petunjuk!

Kita menemukan banyak ide, solusi, inspirasi dalam ketenangan.

Pada saat itu kita banyak mendengar suara-suara yang muncul dan murni dari dalam hati!

Tempat: pegunungan yang sejuk!

Waktu : Malam yang sunyi

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.