You are currently browsing the category archive for the ‘Kesadaran Diri’ category.

Banyak sekali kesempatan untuk berbuat baik datang, namun saat itu hati kita tidak siap. Meski harta kita berlimpah namun tidak pernah memberi sesuatu pada tetangga dekat. Justru kebanyakan kita menerima sesuatu dari mereka yang secara materi berada di bawah kita. Kita lebih dari mereka dalam hal materi namun kita lebih pelit dari mereka dalam hal memberi.

Sering kita berangan-angan, akan berbuat baik (memberi) jika kondisi ekonominya lebih baik dari sekarang. Ketika waktu berlalu dan keadaan belum berubah, kita telah kehilangan suatu kesempatan. Kadang pula setelah kita benar-benar lebih baik, kita lupa dengan janji dan angan-angan itu.

Banyak hal datang tak terduga, harta yang kita punya tidak selamanya akan kita bawa. Semua harta benda bisa saja hilang atau musnah dalam sekejap. Kalau tidak suatu saat waktu ajal tiba harta itu tidak akan kita bawa, namun kita tinggalkan kepada anak cucu atau orang lain. Ketika ada kesempatan untuk memberi kita harus tanggap dan bergegas untuk melakukannya seikhlasnya.

Memberi adalah nikmat terasa, kita bisa melihat senyuman dari mereka karena pemberian kita, energi mereka saat itu memancar dalam hati kita. Saat itu juga kita merasakan apa yang baru saja mereka rasakan, kebahagiaan, kegembiraan dan terima kasih.

Waktu ku kerja di perusahaan dulu banyak teman-teman mengeluh mengenai gaji mereka yang tidak pernah cukup. Isu kenaikan gaji tahunan, kerja lembur atau bonus sangat mereka nantikan dengan harapan kebutuhan mereka terpenuhi. Hal ini terjadi juga pada diriku, seakan banyak saja pengeluaran yang harus kita bayar tiap hari. Menerima gaji di awal bulan adalah suatu hal yang sangat aku dan kawan-kawan nantikan. Dengan perhitungan sederhana antara gaji pokok dan lembur aku sudah tau nanti berapa besar gaji yang saya terima bulan ini. Dari itu kita bisa tahu bahwa gaji kita tidak cukup untuk bulan ini, masih ada yang perlu kita bayar bulan ini. Kejadian ini berulang-ulang dan tiap saat ada saja komentar dari kami semacam

Saat kita menerima gaji tiap bulan, tiap bulan juga bikin list pengeluaran, dan sering sekali kita memasukkan kebutuhan yang tidak perlu di dalamnya. Ketika terjadi kenaikan gajipun sama, yang terjadi sama tidak pernah cukup. Tiap kali gaji naik bulan depan, kita juga menambah daftar barang yang harus dibeli meski barang itu kita tidak perlu. Ketika kita tidak bisa mengendalikan berapa uang yang harus kita keluarkan digaji berapapun kita tidak pernah cukup. Mengandalkan kenaikan gaji tiap bulan adalah suatu hal yang sulit dilakukan, kadang bahkan tidak mungkin tergantung dari posisi perusahaan apalagi di saat resesi ekonomi. Bahkan yang terjadi sebaliknya pengurangan pendapatan perbulan karena kurangnya jam lembur atau bonus misalnya.

Kenaikan gaji adalah faktor eksternal yang tidak mudah untuk dikendalikan. Kita tidak mungkin minta kenaikan gaji pada majikan atau bos tiap bulan. Ketika pendapatan perbulan kita1 juta, maka yang bisa kita lakukan adalah memperkecil pengeluaran agar tidak lebih dari nilai itu. Kita harus mampu mengendalikan diri kita terhadap keinginan membeli barang mewah misalnya jika barang itu tidaklah sangat kita butuhkan.

Mungkin lebih tepatnya tau diri, kebanyakan kita membeli sesuatu bukan karena kita perlu, tapi karena perasaan ingin wah, malu sama teman, atau pacar. Hal ini lah yang membuat kita tidak bisa mengendalikan pengeluaran kita.

Banyak menyimpan uang, sedikit mengeluarkan uang mungkin adalah kalimat yang pas untuk penghematan. Berapapun gaji yang kita terima kita memperkecil pengeluaran dan disitu kita akan berlatih untuk mencukupkan diri dengan kondisi yang ada. Tidak memaksakan diri untuk memiliki sesuatu ketika ada kebatuhan lain yang lebih mendesak untuk di penuhi.

Sebelum kita bisa mengendalikan seberapa besar pengeluaran tiap bulan, digaji berapapun kita tidak pernah cukup……!

Bukan apa yang kau kerjakan,

Tapi apa yang kau pikir dan rasakan….

No matter what you do ……….

But what you think and feel ……

We really don’t know what is the right thing that should we do……!

Until we did it

Ketika aku bisa, aku tidak mau.

Ketika aku mau, aku tidak bisa.

Bukannya aku membencimu, tapi karena aku tidak tahu cara menyukaimu.

Bukannya aku tidak suka, tapi karena aku tidak tahu cara menikmatinya

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.