You are currently browsing the category archive for the ‘Lain Dunia’ category.
Sedangkan mereka anak orang biasa, tidak sempat untuk memikirkan prestasi. Mereka jauh dari itu semua, mereka tidak mendapatkan pendidikan hal itu dari orang tua mereka. Juga dari pendidikan mereka sekolah di sekolah pinggiran dengan kualitas pengajar dan fasilitas seadanya. Bisa membaca dan berhitung menurut mereka sudah cukup, padahal untuk bisa hidup tidak hanya diperlukan itu saja. Diperlukan ketrampilan khusus dan kemampuan akademik lain agar bisa bersaing dalam dunia kerja atau usaha.
Jika tidak ada kepedulian dari masyarakat atau pemimpin negeri lambat laun akan menjadi bumerang bagi negeri ini. Generasi muda yang diharapkan mampu mewarisi dan memajukan negeri ini adalah dari goloongan mereka yang tidak terakomodir dengan baik. Punya potensi atau bakat, namun terkendala dengan biaya dan dukungan finansial. Sepertinya mereka telah kehilangan semangat untuk melangkah lebih maju. Pasrah dan menerima nasib yang terjadi pada mereka!
Sebagian besar dari kita tidak siap menghadapi perbedaan, itu yang sering aku amati dalam berbagai kehidupan di masyarakat. Banyak orang yang lebih suka dalam kondisi sama, misalnya banyak orang memilih teman, pacar, jika mereka mempunyai kesamaan. Baik kesamaan tingkat pendidikan, ekonomi, ras, suku, agama, partai politik. Dalam komunitas yang sama yang terjadi adalah hampir semua yang ada dalam pikiran adalah sama.
Uniknya Perbedaan
Bangsa dan Negara
Ketika kita bicara negara/bangsa, kita harus sedikit merelakan kepentingan pribadi, golongan, partai! Kita harus sedikit mengendalikan keinginan individu, kelompok dan golongan. Kita bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa, agama dan individu, setiap dari mereka harus mendapatkan haknya. Demikian juga mereka harus melaksanakan kewajibannya, kita tidak bisa menuntut hak kita sendiri saja, kita tahu masih ada hak orang lain disana yang harus juga dipenuhi…………….!
Bukan maksudku untuk memarahimu tadi pagi!
Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat itu!
Wahai Sahabat :
Aku melihat apa yang Kau tidak lihat
Aku mendengar apa yang tidak Kau dengar
Aku menyukai apa yang tidak Kau sukai
Aku merasakan apa yang tidak Kau rasakan
Sahabat,
Aku pernah berguru pada orang yang tidak Kau kenali
Aku pernah berkunjung ke tempat yang tidak pernah kau kunjungi
Aku telah belajar sesuatu yang tidak Kau pelajari
Aku telah paham sesuatu yang tidak Kau pahami
Sahabat ,
Meski Kau dan Aku berbeda
Meski Kau tidak mengenaliku
Dan Aku lebih mengenalmu
Itu sudah cukup bagiku
