You are currently browsing the category archive for the ‘Lain Dunia’ category.

Membaca kisah anak dari orang orang hebat, sepertinya mereka dengan mudah mendapatkan apa yang merek inginkan. Namun dari mereka juga terlihat mempunyai keunggulan seperti apa yang ada dalam kehidupan orang tuanya dulu. Segudang prestasi di sekolah atau masyarakat bagi mereka adalah hal biasa, tidak seperti anak mereka orang biasa atau kurang mampu. Mereka sangat terdukung dengan keadaan ekonomi orang tua disamping itu mereka juga mewarisi bakat dari orang tuanya. Mereka adalah bibit unggul yang ditanam di lahan yang subur, dipupuk dan dirawat dengan bagus tentu akan didapatkan tanaman dan buah yang bagus pula.

Sedangkan mereka anak orang biasa, tidak sempat untuk memikirkan prestasi. Mereka jauh dari itu semua, mereka tidak mendapatkan pendidikan hal itu dari orang tua mereka. Juga dari pendidikan mereka sekolah di sekolah pinggiran dengan kualitas pengajar dan fasilitas seadanya. Bisa membaca dan berhitung menurut mereka sudah cukup, padahal untuk bisa hidup tidak hanya diperlukan itu saja. Diperlukan ketrampilan khusus dan kemampuan akademik lain agar bisa bersaing dalam dunia kerja atau usaha.

Jika tidak ada kepedulian dari masyarakat atau pemimpin negeri lambat laun akan menjadi bumerang bagi negeri ini. Generasi muda yang diharapkan mampu mewarisi dan memajukan negeri ini adalah dari goloongan mereka yang tidak terakomodir dengan baik. Punya potensi atau bakat, namun terkendala dengan biaya dan dukungan finansial. Sepertinya mereka telah kehilangan semangat untuk melangkah lebih maju. Pasrah dan menerima nasib yang terjadi pada mereka!

Sebagian besar dari kita tidak siap menghadapi perbedaan, itu yang sering aku amati dalam berbagai kehidupan di masyarakat. Banyak orang yang lebih suka dalam kondisi sama, misalnya banyak orang memilih teman, pacar, jika mereka mempunyai kesamaan. Baik kesamaan tingkat pendidikan, ekonomi, ras, suku, agama, partai politik. Dalam komunitas yang sama yang terjadi adalah hampir semua yang ada dalam pikiran adalah sama.

Uniknya Perbedaan

Kadang kita lupa bahwa perbedaan itu perlu, sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Perbedaan sebagai referensi kita dalam menghadapi setiap persoalan, sebagai referensi untuk mengukur kemampuan dan keberhasilan dari kita. Apalah artinya jika kehidupan ini adalah sama, semua orang kaya semua, pintar semua, laki-laki semua, atau perempuan semua. Akan mennyimpang dari hukum alam, Allah menciptakan setiap makhluk adalah unik. Tiada di dunia ini diciptakan sesuatu yang sama, ada perbedaan diantaranya.
Dalam politik pemerintahan juga demikian, seakan kita ingin tidak senang jika seseorang ikut partai partai lain. Para partisipan partai menganggap partainya sendiri yang benar sementara partai yang lain adalah salah. Sepertinya kesalahan/kebijakan yang terjadi adalah di jadikan bahan untuk saling menyalahkan. Kita seakan lupa kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara.

Demikian juga dalam hal agama, setiap agama mengajarkan kebaikan, kerukunan antar umat beragama, namun tidak sedikit diantara mereka justru menghadirkan permusuhan, saling menghina dan melecehkan. Mereka tidak suka jika ada di antara mereka ada umat lain, rasa curiga diantara mereka, memperebutkan pengaruh diantara mereka dengan cara yang tidak fair. Agama tidak datang dalam waktu yang bersamaan, juga tidak datang pada tempat yang sama. Ketika mereka bertemu dan ada perbedaan dalam ajaran mereka, mereka membuat cara-cara hingga terjadi perselisihan. Masing-masing dari kita mencari pembenaran sendiri-sendiri, apakah Allah menghadirkan agama untuk itu? Seolah-olah, kita mengakui apa yang ada dalam agama kita perintahkan tetapi kita juga mengingkari sebagian didalamnya.

Bangsa dan Negara

Ketika kita bicara negara/bangsa, kita harus sedikit merelakan kepentingan pribadi, golongan, partai! Kita harus sedikit mengendalikan keinginan individu, kelompok dan golongan. Kita bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa, agama dan individu, setiap dari mereka harus mendapatkan haknya. Demikian juga mereka harus melaksanakan kewajibannya, kita tidak bisa menuntut hak kita sendiri saja, kita tahu masih ada hak orang lain disana yang harus juga dipenuhi…………….!

Bukan maksudku untuk memarahimu tadi pagi!

Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat itu!

Wahai Sahabat :

Aku melihat apa yang Kau tidak lihat

Aku mendengar apa yang tidak Kau dengar

Aku menyukai apa yang tidak Kau sukai

Aku merasakan apa yang tidak Kau rasakan

Sahabat,

Aku pernah berguru pada orang yang tidak Kau kenali

Aku pernah berkunjung ke tempat yang tidak pernah kau kunjungi

Aku telah belajar sesuatu yang tidak Kau pelajari

Aku telah paham sesuatu yang tidak Kau pahami

Sahabat ,

Meski Kau dan Aku berbeda

Meski Kau tidak mengenaliku

Dan Aku lebih mengenalmu

Itu sudah cukup bagiku

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.