You are currently browsing the category archive for the ‘Perahu Vs Sampan’ category.
Ketika ingin mengarungi danau mungkin kita cukup menggunakan perahu sampan atau mungkin speedboat.
Namun untuk mengarungi lautan atau samudera luas kita memerlukan kapal laut atau kapal yang lebih besar. Masih diperlukan cukup banyak perbekalan, pengetahuan tentang samudera/lautan, perlengkapan navigasi yang handal dan persediaan bahan bakar.
Untuk jadi orang yang biasa, kita cukup belajar dan berpikir seadanya. Namun jika kita ingin menjadi orang besar/pemimpin hebat, kita harus banyak belajar, banyak biaya, pengorbanan, semangat dan juga keberanian.
Kadang orang melihat sekilas sudah ambil keputusan, padahal keputusan yang diambil tidak akan akurat. Seperti kasus tadi siang, seusai shalat Jumat aku bicara seorang bapak dan aku diundang masuk kerumahnya. Seorang kawan sepertinya melihatku aku masuk kerumah bapak itu dan setelah sampai rumah kulihat sms dari kawanku itu, isinya mengenai sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kami lakukan di rumah bapak itu. Memang apa yang dia bilang ada bagian yang sesuai peristiwa, tapi makna keseluruhan sangat jauh berbeda. Aku sendiri juga bingung menanggapi sms tersebut, maksud kawanku itu apa. Setelah beberapa kali kasih konfirmasim baru tahu permsalahan sebenarnya. Kawanku mengambil keputusan tentang sesuatu hanya melihat dari sekilas, dan dia juga hanya menggunakan perkiraan dan prasangka saja, bukan realita.
Mungkin seperti seseorang melihat temannya berbicara sama seorang cewek yang belum dia kenal dari kejauhan. Pikiran yang kemungkinan muncul dari orang tersebut, kalo cewek tersebut pacar temannya. Masih banyak kemungkinan kalo sang cewek tersebut bukan pacarnya, bisa saja orang yang bertanya karena mencari alamat, atau bisa juga kerabat atau kemungkinan yang lain.


