You are currently browsing the category archive for the ‘Tentang Ilmu’ category.

Beberapa hari lalu Pak Warsito minta padaku untuk mencetak sebuah dokumen, dimana sebelumnya telah minta seorang sahabatku namun tidak sesuai dengan yang beliau minta . Sahabat tersebut memang belum paham tentang settingan itu, maklum masih baru belajar. Ketika Pak Warsito meminta padaku lalu kukerjakan sehingga hasilnya sesuai dengan permintaan beliau.

Setelah itu bapak ini mengatakan bahwa di atas langit masih ada langit’ yang membuatku terkejut. Pernyataan itu selalu terngiang di telingaku memaksaku untuk mengingat dan memahaminya. Peribahasa tersebut benar bahwa mengetahui seseorang pandai ternyata masih ada orang yang lebih pandai lagi. Benar saja aku membandingkan dengan sahabatku, meski aku lebih tau dari pada sahabatku dalam kasus itu, aku merasa masih ada yang lebih mahir lagi dariku.

Keahlianku masih jauh dibawah jika dibandingkan dengan para blogger yang lain. Akupun tahu karena belajar dari tulisan mereka, tanpa mereka aku tak tahu dari mana aku harus mulai belajar. Dimanapun peribahasa ini berlaku, sehingga kita terhindar dari sifat sombong dan congkak. Kita tak boleh merasa paling pandai, paling tampan atau paling kaya, perasaan ini harus kita eliminasi. Peribahasa di atas langit masih ada langitsangat bagus untuk mengingatkan kita ketika dalam kesuksesan untuk selalu waspada dan tidak sombong.

Beberapa hari lalu Pak Warsito minta padaku untuk mencetak sebuah dokumen, dimana sebelumnya telah minta seorang sahabatku namun tidak sesuai dengan yang beliau minta . Sahabat tersebut memang belum paham tentang settingan itu, maklum masih baru belajar. Ketika Pak Warsito meminta padaku lalu kukerjakan sehingga hasilnya sesuai dengan permintaan beliau.

Setelah itu bapak ini mengatakan bahwa di atas langit masih ada langit’ yang membuatku terkejut. Pernyataan itu selalu terngiang di telingaku memaksaku untuk mengingat dan memahaminya. Peribahasa tersebut benar bahwa mengetahui seseorang pandai ternyata masih ada orang yang lebih pandai lagi. Benar saja aku membandingkan dengan sahabatku, meski aku lebih tau dari pada sahabatku dalam kasus itu, aku merasa masih ada yang lebih mahir lagi dariku.

Keahlianku masih jauh dibawah jika dibandingkan dengan para blogger yang lain. Akupun tahu karena belajar dari tulisan mereka, tanpa mereka aku tak tahu dari mana aku harus mulai belajar. Dimanapun peribahasa ini berlaku, sehingga kita terhindar dari sifat sombong dan congkak. Kita tak boleh merasa paling pandai, paling tampan atau paling kaya, perasaan ini harus kita eliminasi. Peribahasa di atas langit masih ada langitsangat bagus untuk mengingatkan kita ketika dalam kesuksesan untuk selalu waspada dan tidak sombong.

Ilmu tidak berpihak, selalu lugu, murni dan objektif

Ilmu tak mengenal agama yang kita anut

Ilmu juga tak mengenal kasta kita darimana

Ilmu tak mengenal apakah kita pria atau wanita

Ilmu tak mengenal usia kita tua atau muda

Ilmu tak mengenal kita miskin atau kaya

Gunakan kebijaksanaan dalam menerapkan ilmu

Aku tahu apa yang kupahami tentang Allah jauh dari cukup, toh aku bukan seorang ahli ibadah, bukan juga seorang yang ahli agama. Aku juga bukan termasuk orang orang yang sepenuhnya taat pada agama. Aku melakukan sebagaian perintah dalam agama disisi lain juga melakukan hal yang dilarang agama. Beruntung bagi mereka yang taat dalam agamanya, tentu hidupnya akan bahagia baik meski dalam berkelimpahan harta ataupun tidak.

Allah Maha Besar

Waktu ku belajar tentang keBesaran Allah, hingga aku bingung juga memahami tentang makna itu. Dalam perjalanan waktu tidaklah mudah untuk mengetahui esensinya, hingga suatu saat aku menemukan hal yang menurutku penjelasan dari kebesaran Allah. Saat kecilku desa yang aku ketahui adalah tempat tinggal dan beberapa desa tetangga. Saat itu aku tidak mengetahui bahwa masih desa lain di dunia ini. Kemudian seiring berjalan waktu aku mulai mengetahui desa lain dan mendengar bahwa ada kota juga di dunia ini. Pertama kali mendengar kota dalam hati bertanya kira kira seperti apa yang namanya kota. Waktu pertama kali singgah kota tersebut aku baru tahu ternyata kota seperti ini. Seiring berjalan waktu aku juga mendengar ternyata ada kota lain, Semarang, Surabaya, Jakarta. Kemudian muncul masih adakah kota lain di dunia ini, hingga saat dewasa aku mendengar ada kota lain di bumi ini New York Tokyo Singapura dan lainnya. Beberapa kota aku tahu dan bahkan pernah singgah disana, namun masih banyak kota aku tidak mengetahuinya. Aku hanya bisa mendengar bahwa kota ini begini dan begitu dari surat kabar tv atau internet. Masih banyak hal yang tidak ku ketahui dengan kota lain, semisal ada waktu dan dana aku pasti akan mengunjunginya. Yang aku ketahui masalah kota-kota dan yang pernah aku singgah hanya sebatas kota dalam negeri, itupun baru beberapa. Apalagi kalo semua kota di dunia ini. Pasti tidak akan sanggup untuk mengunjungi/singgah ke semuanya, diperlukan waktu dan dana yang besar sekali. Dalam perjalanan hidupku tidak akan pernah bisa menyinggahi satu persatu kota itu.

Ada Yang Lebih Besar Lagi

Ketika pengetahuan tentang kota-kota di dunia ini belum selesai aku singgahi /pelajari. Aku mendengar bahwa di angkasa sana ada Matahari, planet-planet, meteor, satelit. Beberapa tahun terakhir aku membaca informasi bahwa bumi ini masuk dalam Galaksi Bima Sakti, satu dari sekian ribu galaksi di alam semesta. Bagaimana aku bisa menunjungi Galaksi galaksi itu yang jaraknya tahun cahaya. Lagi kota dalam negeri saja aku baru mengunjungi beberapa. Itupun jaraknya hanya dalam orde kilometer, bagaimana mungkin mengunjungi galaksi yang ordenya tahun cahaya. Tidak bisa membayangkan.

Lagi jika kita lihat perbandingan bumi, bulan, planet-planet dan matahari beserta asteroide.Belum bisa memahami bagaimana besarnya bumi yang kita tempati, dari informasi yang kita dapat bahwa bumi ini ukurannya tidak seberapa dibanding matahari. Belum lagi ukuran Bumi, gunung, danau, pulau dan laut yang masih dalam bumi saja aku tidak bisa menjangkau. Dan ternyata masih ada bintang di angkasa sana yang ukurannya melebihi matahari. Setiap ada yang lebih besar bintang yang ditemukan oleh para ilmuwan, pada waktu berikutnya ditemukan bintang yang melebihi ukurannya.
Bumi, Matahari, Planet, Bintang beserta alam semesta ini adalah ciptaan Allah, sang penciptanya Allah tentu Maha Besar lagi.

Menurutku seperti itulah sedikit pemahamanaku tentang Kebesaran Allah. Aku tidak akan mampu mengukur kebesarannya meski setetes dari air laut di samudera. Ketika aku baru mengetahui yang bahwa yang terbesar adalah kolam, di lain waktu di luar sana masih telaga, danau, lautan dan samudera. Ketika aku baru mengenal sedikit tetang besarnya bumi ini, ternyata diluar sana masih ada planet matahari dan bintang, belum lagi galaksi.

Setiap aku mengetahui sesuatu yang besar aku juga mengetahui bahwa Allah lebih besar lagi dari semua itu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.